Psikologi Islam


Psikologi Islami

“Kebahagiaan (Happiness) Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Positif Dan Psikologi Islam”

  1. Psikologi Positif

Psikologi positif menekankan pada pencegahan dari pada pengobatan, hal ini berpandangan pada apa yang menjadi gambaran pada masa kini. Dari beberapa penelitian tentang gangguan pada psikologi positif terdapat perbandingan 300 : 2000.

Dalam psikologi positif, kebahagiaan merupakan emosi positif. Kebahagiaan bukan merupakan sesuatu yang ingin dituju melainkan adalah suatu proses. Kebahagian merupakan sesuatu yang memiliki manfaat bukan hal yang ingin dirasakan. Hal ini merupakan dua prinsip dasar kebahagiaan dalam psikologi positif.

Authentic happiness menjelaskan bahwa filsafat dan sains, memandang manusia sebagai mahluk yang memiliki watak buruk. Menurut Freud, kebahagiaan itu hanya merupakan kebutuhan sekunder karena hanya sebuah mekanisme pertahanan diri.

Habituasi

Habituasi adalah kehilangan sensai karena menerima terlalu sering dirangsang. Contohnya orang yang sering sering sekali main game, akan merasa bosan dengan apa yang dimainkannya jika tingkat kesulitan game tersebut sama saja secara terus menerus.

Destination addiction

Pengharapan yang terus menerus, dalam hal ini tidak puas sehingga kehilangan sensasi (kecanduang)…..baca selengkapnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: